Surat Rasul Paulus Kepada Jemaat di Filipi
Alasan Mengapa Memilih Surat Ini:
Dan mengapa
saya sendiri memilih surat Paulus kepada Jemaat di Filipi itu sendiri ialah,
dikarenakan, semangat dasar paulus yang dengan semangat untuk melakukan
perjalanan ke Filipi untuk menyebarkan Katolik Roma di Filipi. Karena Kota
Filipi sendiri terletak pada provinsi Romawi Makedonia, di negeri Yunani,
bagian Utara. Filipi sendiri ditampilkan di dalam Perjanjian Baru ciptaan orang
Roma. Karena Kota Filipi sendiri cukup hangat, tetapi selain daripada itu
Filipi sendiri memiliki kemajemukan itu sendiri.
Dengan
memperhatikan masing-masing surat secara terpisah dan memperhatikan bagaimana
mereka saling berhubungan, kita sendiri dapat lebih baik memahami apa yang
sedang terjadi di Filipi dan bagaimana keadaan Paulus dalam ketiga kesempatan
itu. Karena ada tiga surat; surat A (4:10-20) ini adalah sebuah surat fragmen
terimakasih kepada orang Filipi atas bantuannya kepada Paulus. Surat B
91;1-3:1a; 4:4-7, 21-23) merupakan sebuah surat yang lebih panjang, yang
kepadanya kedua surat yang lain ditambahkan. Surat C (3:1b-4:3.8-9) ditulis
sesudah pemenjaraan Paulus berakhir, paling sedikit dia tidak oernah
menyinggung lagi. Karena dalam surat ini, Dia menanggapi dua kepentingan
mendesak yang ada disitu.
Hal-Hal Yang Menarik Bagi Saya:
Dalam hal ini,
saya tertarik akan perjalanan Paulus sendiri di Filipi memang tidak terlalu
banyak karena paulus pernah ditangkap dan dipenjarakan, ya meskipun seperti itu
paulus tetap menuliskan surat kepada Filipi melalui Epafroditus yang sering
mengujungi paulus selama Dia di penjara. Meskipun sampai sekarang masih ada
perdebatan dimana tempat Paulus di penjara, dan bagaimana Paulus menulis Surat
untuk Filipi tersendiri.
Paulus sendiri
di Kota Filipi memiliki setidaknya hubungan yang dibilang sangat erat dan
mesra, karena menurut kisah para rasul itu sendiri paulus mengujungi jemaat di
Filipi tiga kali. Karena adanya juga yang tidak suka dengan paulus maka paulus
sendiri dijebloskan kedalam penjara, meskipun begitu paulus tetap terus menulis
surat yang dibilang bahwa kelompok umat di Filipi sendiri juga masuk dalam
Efesus, Kolose dan Filemon.
Oleh karena
itu, mengapa saya memilih surat Paulus kepada jemaat di Filipi itu sendiri
karena bagaimana ketulusan hati Paulus dengan ketegaran hatinya yang dengan
sangat bagaimana kedekatan Paulus dengan Jemaat di Filipi. Dan bagaimana jemaat
mengetahui bahwa Paulus berada di penjara, mereka mengirimkan Epafroditus untuk
membawa hadiah untuk paulus selama paulus berada di penjara.
Dengan
semangat hidup Paulus yang begitu dengan setia menjalini hubungan yang sangat
erat kepada jemaat di Filipi meskipun paulus yang sedang diadili di sebuah
penjara yang mana tidak diketahui dimana Paulus di adili dan bagaimana Paulus
sendiri menulis surat untuk jemaat di Filipi. Jemaat di Filipi semakin yakin
dapat mendasarkan sebuah harapan mereka akan keselamatan yang akan datang pada diri
mereka sendiri, dan sebagaimana mereka sendiri masih termasuk dalam bangsa
Yahudi yang disebut sebagai Umat Allah.
Selain dari
beberapa hal itu, susunan surat paulus kepada jemaat di Filipi, juga memiliki
ketertarikan sendiri bagi saya yaitu, dengan susunan surat yang seperti ini.
I. Susunan Surat Paulus Kepada
Filipi;
- Pendahuluan
1.1.Salam (1:1-2)
1.2.Ucapan Syukur dan Doa (1:3-11)
- Berita Pribadi (1:21-26)
2.1.Nasihat
2.1.1. Agar jemaat teguh dalam iman (1:27-30)
2.1.2. Agar tetap bersatu
dalam kasih (2:1-11), taat (2:12-18)
- Berita tentang dikirimnya Timotius dan Epafroditus (2:19-30)
- Peringatan Terhadap orang-orang Kristen-Yahudi
4.1.Keyakinan mereka dilawankan dengan keyakinannya sendiri
(3:1-21)
- Nasihat selanjutnya
5.1.Agar tetap teguh dan gembira (4:1-9)
5.2.Ucapan terima kasih atas pemberian jemaat (4:10-20)
- Salam dan Berkat (4:21-23)
Hubungan Perjalanan Paulus dan Pergulatan
Hidup Saya Selama 3 Bulan di Lingkungan/Stasi:
Dari hal ini
bisa dilihat pula bahwa surat Paulus kepada Filipi ini sendiri, lebih banyak
ditulis oleh Paulus sendiri lebih banyak ditulis oleh Paulus sendiri semenjak
Dia berada di Penjara. Dari perjalanan Paulus sendiri, dengan perbedaan saya
selama entah berada di Lingkungan ataupun Stasi sangatlah berbeda. Dikarenakan
bahwa apa yang saya kerjakan sendiri tidak sepenuh hati untuk menyelesaikan
tugas-tugas yang seharusnya saya kerjakan. Oleh karena itu saya belajar banyak
dari Paulus bagaimana ketegaran hatinya untuk lebih tetap bekerja setiap saat
meskipun dalam kehendak apapun yang sangat dibutuhkan itu.
Sama seperti
bagaimana saya sendiri belajar tentang bagaimana bisa membina apa yang bisa di
ambil dari Allah sendiri yang menyatakan itu melalui wahyu yang dipelajarinya
dengan apa yang dijelaskan oleh Yesus sendiri melewati perantaraan nya yaitu
Paulus yang tetap dengan teguh hati untuk sebagaimana, paham dasar mengenai
wahyu, iman dan kitab suci ini sangatlah menentukan dengan cara bagaimana kitab
suci menjadi dasar dari ajaran yang bisa menjadi peran dalam kehidupan. Oleh
Karena itu membaca kitab suci lebih banyak lagi itu juga terutama bisa menjadi
untuk diri kita sendiri membina relasi dengan baik terhadap sesama.
Dengan begitulah, bagaimana diri saya
sendiri belajar dengan lebih baik lagi untuk belajar lebih banyak lagi
bagaimana persekutuan Paulus sendiri dalam ketegaran hatinya yang tetap dengan
semangat hidupnya untuk jemaat yang harus ia berikan meskipun dalam keadaan
yang buruk pun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar