Selasa, 02 Juni 2020


SISTIM DAN SEJARAH PENDIDIKAN INDONESIA

Bab ini mendiskusikan beberapa hal pokok tentang sistim dan sejarah pendidikan Indonesia. Terdapat emapt (4) sub-topik  diskusi yaitu: 1) Sistim Pendidikan Indonesia; 2) Karakter Pendidikan di Indonesia; 3) Sejarah  Pendidikan Indonesia; dan 4)  Kekurangan Guru Berkualitas  di Indonesia.
1.     Sistim Pendidikan Indonesia
-        Indonesia memiliki sistem pendidikan publik dan swasta dua belas tahun
-        Rincian masa belajar: Sekolah Dasar (kelas 1-6) enam (6) tahun; Sekolah Menengah Pertama (kelas 7-9) tiga (3) tahun; dan Sekolah Menengah Atas (kelas 10-12) tiga(3) tahun.
-        Sembilan (9) tahun pertama adalah wajib belajar
-        Sekolah Dasar (negeri dan swasta) di Indonesia diperkirakan berjumlah: 144.228 sekolah
-        Sekolah Menengah Pertama: 28.777 sekolah
-        Sekolah Menegah Atas Umum:10.762  sekolah
-         Sekolah Menegah Atas kejuruan: 7.592 sekolah
2.     Karakter Pendidikan Indonesia
Karakter pendidikan Indonesia mencerminkan: warisan keragaman agama dn budaya, perjuangan memperkuat identitas nasional, tantangan alokasi dana, dan investasi sumber daya manusia. Evaluasi dari benyak lembaga internasional mengatakan Indonesia masih memiliki sistim pendidikan yang buruk. Pada 2013, organisasi PISA, menempati sistim pendidikan Indonesia pada peringkat terakhir dari 50 negara yang dievaluasi. Menurut PISA, tingkat melek huruf, hasil ujian, tingkat kelulusan di Indonesia masih buruk. Yenni Kwok menulis di New York Times (2015): “Indonesia secara konsisten berada di antara urutan terburuk dari hasil Penilaian Siswa Internasional yang dilakukan tiga tahun sekali bagi para siswa berusia 15 dan 16 tahun. OECD  (Organisai Pengembangan Kerjasama Ekonomi) menempatkan Indonesia pada urutan terburuk dari 65 negara dalam hal sistim pendidikan.
3.     Sejarah Pendidikan Indonesia
3.1    Masa Kolonial
3.2    Masa Soeharto
3.3    Dalam Masa Krisis Ekonomi 1997/1998
4.     Kekurangan Guru Berkualitas
Sampai saat ini Indonesia selalu mengalami kekurangan guru berkualitas dalam semua mata pelajaran, terutama matematika, sains, bahasa Inggris. Pada 1950-an, siapa saja yang menyelesaikan Program Pelatihan Guru beberapa bulan langsung diberi sertifikat sebagai guru. Namun, sejak tahun 1970-an, guru Sekolah Dasar diwajibkan menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Atas, atau setara. Kemudian guru yang berprestasi baik (terkait nilai dan kemampuan belajar baik) diharuskan menyelesaikan  pendidikan  di Perguruan Tinggi. Karena itu sejak tahun 2008, masalah kualitas guru tidak seburuk dulu, namun baru terbatas di kota. Di banyak daerah-daerah dan pulau-pulau terpencil,  sekolah  masih mengalami kekurangan guru yang berkualitas.
Pendidikan di Indonesia diawasi langsung pemerintah. Karakter pendidikan Indonesia: memelihara dan mengembangkan  keragaman agama dan budaya; penguatan identias nasional; dan investasi sumber daya manusia. Mutu pendidikan Indonesia terus diupayakan dari waktu-ke waktu . Namun hasilnya masih jauh dari harapan  karena  faktor korupsi, dll. Saat ini sekolah-sekolah terutama di daerah-daerah sangat butuh guru berkualitas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar