Rabu, 03 Juni 2020


 Perjalanan Paulus dan Surat-SuratNya

Saulus dari Tarsus lahir pada sekitar tahun 5SM di kota Tarsus di Kilikia (Turki saat ini). Dia lahir dari orang tua Yahudi yang memiliki kewarganegaraan Romawi, hak istimewa yang didambakan dan juga akan dimiliki anak mereka. Di sekitar tahun 10SM, keluarga Saulus pindah ke Yerusalem. Sekitar antara tahun 15-20SM Saulus mulai studinya untuk mempelajari Kitab Suci Ibrani di kota Yerusalem di bawah rabbi (guru besar) Gamaliel. Di bawah didikan Gamaliel-lah Saulus memulai studi mendalam tentang hukum Taurat dengan rabbi terkenal.
Ada beberapa perdebatan mengenai apakah Saulus dibesarkan di Yerusalem atau di tempat kelahirannya di Tarsus, tapi dengan membaca langsung dari komentar-komentarnya sendiri, menunjukkan bahwa Yerusalem adalah rumah masa kanak-kanaknya (Kisah Para Rasul 22:3). Kita tahu bahwa anak laki-laki dari kakak perempuan Paulus berada di Yerusalem setelah pertobatan Paulus (Kisah Para Rasul 23:16), yang mendukung  gagasan bahwa seluruh keluarga Paulus telah pindah ke Yerusalem ketika ia masih muda.
Adanya kemungkinan besar bahwa Saulus hadir dalam sidang atas Stefanus -pengadilan oleh massa yang mengakibatkan Stefanus menjadi martir Kristen pertama (Kisah Para Rasul 7:54-60). Lukas, sang sejarawan memberitahu kita bahwa para algojo Stefanus meletakkan pakaian mereka di kaki Saulus (Kisah Para Rasul 7:58), yang menyetujui penuh tindakan pembunuhan oleh massa atas Stefanus (Kisah Para Rasul 8:1). Saulus kemudian menghancurkan gereja, memasuki rumah-rumah orang-orang percaya dan menjebloskan orang-orang percaya ke dalam penjara. Semangat anti-Kristen Saulus memotivasi dia untuk tidak hanya menangkap dan memenjarakan orang-orang Kristen laki-laki (para "pemimpin kelompok") tetapi juga menangkap dan memenjarakan orang-orang Kristen yang perempuan (Kisah Para Rasul 8:3).
Setelah pertobatannya, surat-surat Paulus kepada berbagai gereja mengungkapkan lebih lanjut tentang latar belakangnya. Dalam suratnya yang kedua kepada jemaat di Korintus, Paulus menggambarkan dirinya sebagai seorang Ibrani, seorang Israel, dan keturunan Abraham (2Korintus 11:22). Dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, Paulus mengatakan ia adalah seorang Farisi dari suku Benyamin (Filipi 3:5).

1.     Surat Paulus Kepada Jemaat di Roma

a.      Latar Belakang:
Jemaat Roma sendiri mungkin sudah didirikan sebelum tahun 50, karena sekitar tahun itu orang-orang Yahudi diusir dari Roma karena masalah “Chrestus” yang hamper pasti berarti Kristus.
b.     Tujuan Penulisan:
Ketika menulis surat ini, Paulus belum pernah ke Roma. Dengan surat ini Paulus tidak menjawab masalah-masalah yang dating dari jemaat, tetapi ingin memperkenalkan diri. Paulus ingin singgah ke Roma dalam perjalanannya ke Spanyol. Sebetulnya ia ingin segera berangkat, tetapi sebelumnya ia harus pergi ke Yerusalem untuk membawa kolekte yang ia kumpulkan. 
c.      Isi Surat Ini:
Surat ini memiliki 3 isi penting bagaimana Paulus di Roma yaitu, Paulus membuat Sintesis, Keselamatan dan Hidup Kristen serta Israel dalam Sejarah penyelamatan
d.     Susunan Surat Paulus Kepada Jemaat di Roma
1.1.PENDAHULUAN (1:1-17)
1.2.SELURUH UMAT MANUSIA MEMBUTUHKAN INJIL KESELAMATAN (1:18-3:20)
1.3.RENCANA PENYELAMATAN ALLAH YANG BARU (3:21-5-12)
1.4.HIDUP BARU ORANG-ORANG KRISTEN (6-8)
1.5.MASALAH ISRAEL YANG TIDAK PERCAYA (9-11)
1.6.MASALAH-MASALAH LAIN (12-15:13)
1.7.MASALAH-MASALAH PRIBADI (15:14-16:27)

2.     Surat Paulus Kepada Jemaat 1 dan 2 Korintus

a.      Latar Belakang:
Kunjungan Paulus diceritakan dalam Kis 18:1-17. Korintus adalah suatu ibukota provinsi dan kota pelabuhan yang sangat sibuk. Penduduknya sekitar enam ratus ribu orang, dua pertiganya budak 
b.     Tujuan Penulisan:
Paulus menulis suratnya yang pertama sekitar tahun 56 untuk menasihati mereka agar tetap menjaga kesatuan dan tetap setia kepada Kristus. Kira-kira setahun kemudian, Paulus menulis suratnya yang kedua, yang lebih banyak berbicara mengenai berbagai macam hal yang menyangkut dirinya sendiri, khusunya kerasulannya.
c.      Isi Surat Ini:
Surat Paulus ini memiliki isi surat seperti ini, yaitu; Hikmat Duniawi dan Hikmat Kristiani, Jemaat Paskah, Kebangkitan Orang Mati dan Kedatangan Tuhan, serta Pelayanan Kerasulan Paulus
d.     Susunan Surat:
1KORINTUS
2.1  PENDAHULUAN (1:1-9)
2.2  PERPECAHAN DALAM GEREJA (1:10-4:21)
2.3  MASALAH-MASALAH HIDUP SUSILA (5-6:20)
2.4  MASALAH-MASALAH YANG DIAJUKAN LEWAT SURAT (7-16:4)
2.5  HAL-HAL PRIBADI (16:5-24)
2 KORINTUS
2.6  PENDAHULUAN (1:1-11)
2.7  PEMBELAAN DIRI PAULUS-TAHAP PERTAMA (1:12-7:16)
2.8  AJAKAN UNTUK MENNGUMPULKAN DANA BAGI YERUSALEM (8-9)
2.9  PEMBELAAN DIRI PAULUS-TAHAP KEDUA (10-13:14)

3.     Surat Paulus kepada Jemaat Di Galatia
a.      Latar Belakang:
Keberadaan Paulus di Galatia diceritakan dalam Kis 16:6; 18;23. Mungkin Kis 14:1 juga menceritakan kunjungan ke Galatia, karena ikonium termasuk wilayah provinsi Galatia.
b.     Tujuan Penulisan:
Orang-orang dari bangsa lain hanya dapat menjadi Kristen kalau mereka tunduk kepada hukum Yahudi, termasuk sunat. Mereka ini tidak hanya melawan tindakan Paulus menerima orang-orang kafir masuk kedalam Gereja, tetapi juga kedudukan nya sebagai rasul dan isi pewartaan injilnya.
c.      Isi Surat Ini:
Surat Paulus kepada jemaat di Galatia memiliki isi seperti ini yaitu, injil yang diwartakan Paulus adalah Benar, Keselamatan dating dari Salib, dan Kebebasan Kasih
d.     Susunan Surat:
3.1  PENDAHULUAN (1-2:21)
3.2  KESALAHAN-KESALAHAN JEMAAT (3-5:26)
3.3  PENUTUP (6:1-18)

4.     Surat Paulus Kepada Jemaat 1 dan 2 Tesalonika

a.      Latar Belakang:
Kedua surat ini ditulis di Korintus sekitar tahun 50-52 dan hamper pasti merupakan tulisan-tulisan yang tertua dalam perjanjian Baru.Pikiran-pikiran yang terdapat di dalamnya belum sangat berkembang kalau dibandingkan dengan yang terdapat dalam surat-surat besar.
b.     Tujuan Penulisan:
Satu pokok yang sangat menonjol ialah eskatologis, yang dapat dikatakan memberi ciri khas kepada dua surat ini, meskipun isi kedua surat itu tidak hanya terbatas pada tema itu.
c.      Isi Surat ini:
Isi surat dari Paulus kepada jemaat di 1 dan 2 Tesalonika memiliki hamper sedikit hubungan antara surat pertama dengan isi surat kedua yaitu, Jemaat di Tesalonika, kegelisahan dan jawaban Paulus, dan Hidup Kristen
d.     Susunan Surat:
1 TESALONIKA
4.1 PENDAHULUAN (1:1-10)
4.2 PEMBELAAN DIRI PAULUS (2-3:13)
4.3 NASIHAT (4-5:11)
4.4 PENUTUP (5:12-28)
2 TESALONIKA
4.5 PENDAHULUAN (1:1-12)
4.6 PENGAJARAN TENTANG KEDATANGAN TUHAN (2:1-17)
4.7 NASIHAT (3:1-15)
4.8 PENUTUP (3:16-18)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar