Perkembangan Perekonomian Indonesia di Tengah
Pandemi COVID 19
Disini, saya sendiri mengutip dari beberapa
referensi tentang perekonomian Indonesia saat ini, jika kita lihat gambar di
bawahi ini kita sendiri bisa melihat seperti apa yang menjadikan perekonomian
Indonesia yang pada dasarnya tidak begitu stabil dalam beberapa tahun ini. Tapi
jika dilihat dengan hal ini kita bisa melihat seperti apa yang dimiliki oleh
pemerintah Indonesia sendiri.
Jadi jika, kita melihat sendiri gambar yang ada di
atas ini, adalah Perkembangan perekonomian Indonesia dari tahun 2019 lalu. Tapi
akan kehadiran COVID 19 sekarang ini, memiliki faktor pengaruh yang cukup besar
dari tahun kemarin sampai tahun ini. RAPBN
Indonesia tahun 2019 sendiri memiliki pertumbuhan 5,3% tapi di tahun ini
sendiri, belum naik secara signifikan, meskipun tidak diketahui secara pasti
RAPBN untuk tahun ini. Oleh karena itu kita sendiri, juga memiliki sedikit
inflasi dari tahun 2019 kemarin yaitu 3,5%. Tapi kita sendiri belum mengetahui
secara gambling seperti apa yang direncanakan oleh pemerintah tentang RAPBN
tahun 2020 ini, karena dalam kutipan yang saya baca dari Ekonomi dan Bisnis
dari Bisnis.com penulis sendiri mengatakan bahwa Ekonomi Indonesia akan pulih
ditahun 2022. Itulah pendapat Pribadi dari penulis tentang perekonomian di
Indonesia saat ini.
Dikutip dari Bisnis.com dari seorang penulis artikel
menekankan ekonomi Indonesia sekarang ini, yang begitu terganggu dengan kinerja
manufaktur di Indonesia. Saya sendiri belum begitu bisa merasakan akan
pertumbuhan ekonomi Indonesia dari tahun 2017 hingga sekarang ini. Menurut
penulis artikel ini sendiri menjelaskan bagaimana logistik sekarang ini yang
memiliki dampak negative terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kita sendiri
bisa merasakannya pada tahun ini yaitu 2020. Penulis artikel ini pula memiliki
prediksi bahwa ekonomi Indonesia akan kembali pulih pada tahun 2022. Apakah ini
benar atau hanya sensai belaka dari penulis ini sendiri. Biarlah kita melihat
seperti apa RAPBN atau APBN yang akan dijalankan entah di tahun ini atau tahun
depan 2021. Meskipun kita sendiri belum tau kapan berakhirnya COVID 19.
Selain dari itu, saya sendiri mengutip pula dari
Kompas.com yang menjelaskan dari Badan Pusat Statistik yang menyatakan tentang
penurunan jumlah pendatang dari luar negeri yang begitu lumayan besar, dalam
hal ini kita sendiri bisa melihat pula dari dampaknya COVID 19 yang berada di
Indonesia sekarang ini. Sang penulis artikel ini pula juga menyatakan bahwa
Indonesia masih memiliki sedikit peluang untuk kembali membangkitkan kembali
perekonomian Indonesia saat ini. Dalam hal ini, dikarenakan juga banyaknya
perusahaan-perusahaan besar yang juga mendapatkan dampak yang begitu besar yang
mengharuskan menutup perusahaan nya yang tidak bisa beroperasi selama 3 bulan
ini.
Dampak ini, menjadikan banyaknya penurunan
Penghasilan Setiap perusahaan besar yang ada di Indonesia, dan juga ada
perusahaan yang juga terancam bangkrut di tengah-tengah kehadiran COVID 19
sekarang ini. Dikutip pula dari suaramerdeka.com dari Kementrian Keuangan Ibu
Sri Mulyani mengatakan bahwa ekonomi sekarang ini masih di atas 4% yang
mengatakan bahwa Indonesia masih bisa menahan tingginya perekonomian mereka.
Dalam hal ini juga, pemerintah Indonesia sendiri masih bersiap sedia untuk
menahan ini 3-6 bulan mendatang, jika situasi makin memburuk dan membuat
penurunan yang sangat drastis hal ini pula juga bisa diperkirakan di angka
sekitar 2.5%-0%.
Oleh karena itu, dikutip dari website pemerintah
Indonesia sendiri kemenkeu.go.id. bahwa mereka mencanangankan APBN Indonesia
saat ini, yang mengatakan bahwa Indonesia sendiri masih bisa bertahan dari awal
Triwulan I yang mungkin tetap harus diwaspadai oleh Pemerintah Indonesia. Sama
seperti mereka menjaga dan mengelola APBN Indonesia sekarang ini. Diambil pula
dari menkeu sendiri yang mengatakan bahwa hal ini menjadikan untuk memperkuat
dan mengupayakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekarang ini.
Hal ini juga bisa diambil pula, yang dikarenakan akan adanya peraturan terkait
dengan adanya Work From Home (WFH) pemerintah sendiri mulai memperlambat sedikit kegiatan usaha
mulai dari Bulan Maret 2020.
Dalam hal ini pula menkeu juga menekankan kembali
tentang pencanangan akan adanya pandemic COVID 19 sekarang ini. Sama seperti
apa yang dikatakan oleh menkeu sendiri dari kemenkeu.go.id yang mengatakan tentang
APBN Indonesia sekarang, yaitu; ‘Jadi APBN meng-cover kebutuhan kesehatan,
bidang sosial, dan bidang ekonomi yang semuanya mengalami dampak seperti domino
efek, kesehatan memukul sosial, sosial memukul ekonomi dan nanti ekonomi juga
pasti akan mempengaruhi dari sektor keuangan, terutama dari lembaga-lembaga
keuangan bank dan bukan bank’ jadi dalam hal ini, kita sendiri bisa melihat
bagaimana APBN Indonesia sekarang ini yang masih mengcover berbagai macam hal
untuk Negara kita sekarang ini, yang sedang di landa dengan adanya COVID 19 di
Indonesia.
Saya sendiri masih berpikir seperti apa sih
sebenarnya yang sedang terjadi di Indonesia, karena dalam hal ini. saya masih
sedikit sekali mendapatkan info terkini tentang perekonomian Indonesia. Karena
bagi saya pemerintah sendiri, masih sangat pasif dalam memberikan hasil kinerja
yang selama ini ditekuni oleh mereka. Bagaimana Indonesia bisa maju dengan baik
jika dalam hal ini, pemerintah masih sangat pasif sekali dalam membuka seperti
apa APBN atau RAPBN Indonesia sekarang ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar