Selasa, 02 Juni 2020


Perkembangan Perekonomian Indonesia di Tengah Pandemi COVID 19



Disini, saya sendiri mengutip dari beberapa referensi tentang perekonomian Indonesia saat ini, jika kita lihat gambar di bawahi ini kita sendiri bisa melihat seperti apa yang menjadikan perekonomian Indonesia yang pada dasarnya tidak begitu stabil dalam beberapa tahun ini. Tapi jika dilihat dengan hal ini kita bisa melihat seperti apa yang dimiliki oleh pemerintah Indonesia sendiri.
Jadi jika, kita melihat sendiri gambar yang ada di atas ini, adalah Perkembangan perekonomian Indonesia dari tahun 2019 lalu. Tapi akan kehadiran COVID 19 sekarang ini, memiliki faktor pengaruh yang cukup besar dari tahun kemarin sampai tahun ini.  RAPBN Indonesia tahun 2019 sendiri memiliki pertumbuhan 5,3% tapi di tahun ini sendiri, belum naik secara signifikan, meskipun tidak diketahui secara pasti RAPBN untuk tahun ini. Oleh karena itu kita sendiri, juga memiliki sedikit inflasi dari tahun 2019 kemarin yaitu 3,5%. Tapi kita sendiri belum mengetahui secara gambling seperti apa yang direncanakan oleh pemerintah tentang RAPBN tahun 2020 ini, karena dalam kutipan yang saya baca dari Ekonomi dan Bisnis dari Bisnis.com penulis sendiri mengatakan bahwa Ekonomi Indonesia akan pulih ditahun 2022. Itulah pendapat Pribadi dari penulis tentang perekonomian di Indonesia saat ini.
Dikutip dari Bisnis.com dari seorang penulis artikel menekankan ekonomi Indonesia sekarang ini, yang begitu terganggu dengan kinerja manufaktur di Indonesia. Saya sendiri belum begitu bisa merasakan akan pertumbuhan ekonomi Indonesia dari tahun 2017 hingga sekarang ini. Menurut penulis artikel ini sendiri menjelaskan bagaimana logistik sekarang ini yang memiliki dampak negative terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kita sendiri bisa merasakannya pada tahun ini yaitu 2020. Penulis artikel ini pula memiliki prediksi bahwa ekonomi Indonesia akan kembali pulih pada tahun 2022. Apakah ini benar atau hanya sensai belaka dari penulis ini sendiri. Biarlah kita melihat seperti apa RAPBN atau APBN yang akan dijalankan entah di tahun ini atau tahun depan 2021. Meskipun kita sendiri belum tau kapan berakhirnya COVID 19. 
Selain dari itu, saya sendiri mengutip pula dari Kompas.com yang menjelaskan dari Badan Pusat Statistik yang menyatakan tentang penurunan jumlah pendatang dari luar negeri yang begitu lumayan besar, dalam hal ini kita sendiri bisa melihat pula dari dampaknya COVID 19 yang berada di Indonesia sekarang ini. Sang penulis artikel ini pula juga menyatakan bahwa Indonesia masih memiliki sedikit peluang untuk kembali membangkitkan kembali perekonomian Indonesia saat ini. Dalam hal ini, dikarenakan juga banyaknya perusahaan-perusahaan besar yang juga mendapatkan dampak yang begitu besar yang mengharuskan menutup perusahaan nya yang tidak bisa beroperasi selama 3 bulan ini.
Dampak ini, menjadikan banyaknya penurunan Penghasilan Setiap perusahaan besar yang ada di Indonesia, dan juga ada perusahaan yang juga terancam bangkrut di tengah-tengah kehadiran COVID 19 sekarang ini. Dikutip pula dari suaramerdeka.com dari Kementrian Keuangan Ibu Sri Mulyani mengatakan bahwa ekonomi sekarang ini masih di atas 4% yang mengatakan bahwa Indonesia masih bisa menahan tingginya perekonomian mereka. Dalam hal ini juga, pemerintah Indonesia sendiri masih bersiap sedia untuk menahan ini 3-6 bulan mendatang, jika situasi makin memburuk dan membuat penurunan yang sangat drastis hal ini pula juga bisa diperkirakan di angka sekitar 2.5%-0%.
Oleh karena itu, dikutip dari website pemerintah Indonesia sendiri kemenkeu.go.id. bahwa mereka mencanangankan APBN Indonesia saat ini, yang mengatakan bahwa Indonesia sendiri masih bisa bertahan dari awal Triwulan I yang mungkin tetap harus diwaspadai oleh Pemerintah Indonesia. Sama seperti mereka menjaga dan mengelola APBN Indonesia sekarang ini. Diambil pula dari menkeu sendiri yang mengatakan bahwa hal ini menjadikan untuk memperkuat dan mengupayakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekarang ini. Hal ini juga bisa diambil pula, yang dikarenakan akan adanya peraturan terkait dengan adanya Work From Home (WFH) pemerintah sendiri  mulai memperlambat sedikit kegiatan usaha mulai dari Bulan Maret 2020.
Dalam hal ini pula menkeu juga menekankan kembali tentang pencanangan akan adanya pandemic COVID 19 sekarang ini. Sama seperti apa yang dikatakan oleh menkeu sendiri dari kemenkeu.go.id yang mengatakan tentang APBN Indonesia sekarang, yaitu; Jadi APBN meng-cover kebutuhan kesehatan, bidang sosial, dan bidang ekonomi yang semuanya mengalami dampak seperti domino efek, kesehatan memukul sosial, sosial memukul ekonomi dan nanti ekonomi juga pasti akan mempengaruhi dari sektor keuangan, terutama dari lembaga-lembaga keuangan bank dan bukan bank’ jadi dalam hal ini, kita sendiri bisa melihat bagaimana APBN Indonesia sekarang ini yang masih mengcover berbagai macam hal untuk Negara kita sekarang ini, yang sedang di landa dengan adanya COVID 19 di Indonesia. 
Saya sendiri masih berpikir seperti apa sih sebenarnya yang sedang terjadi di Indonesia, karena dalam hal ini. saya masih sedikit sekali mendapatkan info terkini tentang perekonomian Indonesia. Karena bagi saya pemerintah sendiri, masih sangat pasif dalam memberikan hasil kinerja yang selama ini ditekuni oleh mereka. Bagaimana Indonesia bisa maju dengan baik jika dalam hal ini, pemerintah masih sangat pasif sekali dalam membuka seperti apa APBN atau RAPBN Indonesia sekarang ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar